Analisis & Evaluasi PPL Terbimbing

Refleksi
Praktik Pengalaman Lapangan

Sintesis pengalaman belajar dari tahapan Orientasi, Observasi, Asistensi, hingga Praktik Pembelajaran Terbimbing di SMA Negeri 4 Yogyakarta.

Evolusi Pembelajaran PPL Terbimbing

Pengalaman dan intisari pembelajaran sebagai peserta PPG dari awal hingga akhir siklus.

Orientasi

Mengenal ekosistem, kultur, dan manajemen digital SMAN 4 Yogyakarta (Srikandi, Memayu), serta membangun sinergi awal dengan Dosen Pembimbing dan Guru Pamong.

Observasi

Memetakan karakteristik peserta didik yang secara umum aktif dan memiliki gaya belajar dominan visual-kinestetik, khususnya di Kelas Khusus Olahraga (KKO).

Asistensi

Membantu Guru Pamong dalam pengelolaan Lab Komputer, serta mulai menyusun draf perangkat ajar dan E-LKPD yang menyesuaikan dengan gaya belajar siswa.

Praktik Mengajar

Mengimplementasikan Modul Ajar berbasis Project-Based Learning (PjBL) dan TPACK. Membimbing siswa mendesain konten edukasi digital anti-hoaks secara kolaboratif.

Tantangan & Solusi

Dinamika ruang kelas yang tak terduga memaksa saya untuk lebih adaptif dan inovatif dalam mencari resolusi pembelajaran.

  • Jam pelajaran rawan (jam terakhir).
  • Fokus siswa KKO yang mudah terdistraksi.
  • Gap keterampilan aplikasi (Canva/CapCut) antar siswa.
Arahkan kursor ke kartu di samping
Permasalahan Utama

Penurunan Fokus & Gap Keterampilan

Informatika yang sering terjadwal di jam akhir membuat fokus siswa turun drastis. Selain itu, saat pengerjaan proyek konten digital, terlihat kesenjangan di mana ada siswa yang sangat mahir mengedit video, namun ada pula yang kesulitan memulai.

Hover untuk Solusi
Resolusi Pedagogis

PjBL Terstruktur & Peer Tutoring

Saya menyiasati kebosanan dengan Ice-Breaking Kinestetik. Untuk mengatasi gap keterampilan, LKPD saya desain dengan spesifikasi peran (Ketua, Desainer, Copywriter) dan saya terapkan Peer Tutoring agar siswa mahir dapat menjadi tutor sebaya bagi kelompoknya.

Tindak Lanjut PPL Mandiri

Manajemen Waktu Visual

Menerapkan Visual Timer di layar proyektor saat sesi diskusi kelompok untuk mendisiplinkan alokasi waktu pengerjaan proyek.

Instruksi Micro-Steps

Menyederhanakan instruksi kerja di dalam LKPD menjadi langkah-langkah mikro yang lebih operasional dan mudah dieksekusi siswa.